sang hyang batara surya

Diposting oleh Socha pada 16:29, 17-Nov-13

SANG HYANG BHATARA
SURYA RAJA RESI DEWA RAJA SRI
BAGINDA MAHA RAJA PURNA
WARMAN BHIMA PRAKARMA SANG
ISWARA DIGWIJAYA SURYA MAHA
PURUSA JAGAT PATI.

BISSMILLAHIROHMANNIRROHIM.
ASSALLAMUALLAIKUM WR WB....
SALAMUNQAOLAMIROBBIRROHIM.
KAHATUR KALUHURAN
PANGAGUNGNA ... SHANG HYANG
BHATARA SURYA PANGERAN ARYA
ADIPATI EWANGGA.

PADA ZAMANNYA DAHULU KALA ...
PARA DIPATI ATAU PARA RAJA
SELURUH DUNIA .. MENGHADAP
BELIAU PADA SETIAP ( 1 ) S U R
A.... DISETIAP TAHUN NYA,
SEBAGAI BENTUK TANDA
PENGHORMATAN DAN BHAKTINYA
KEPADA " SANG RAJA DUNIA " ATAU
DIKENAL DENGAN NAMA E W A N G
G A / SURALIMAN SAKTI / SRI
BAGINDA SYEH JAFFAR .. " THE
GREAT OF ALEXANDER KE 1".

BELIAU BERKEDUDUKAN DI
IBUKOTA SUN-DA TEPATNYA "
THEBE " ATAU DIKATAKAN TEBET,
WINDU HERANG MEDANG
KAMULIAAN KUNINGAN, SEBAGAI
TEMPAT " KAHIYANGAN KUMINTIR
AWANG AWANG DAN KAHIYANGAN
MANIK MANINTEN ".
WASSALLAMUALLAIKUM WR WB. "

Kejayaan Sri Baginda Maha Raja
Purnawarman Bhima Prakarma Sang
Iswara Dig Wijaya Surya Maha
Purusa Jagat Pati, Atau Sang Hyang
Bhatara Surya atau Dewangga Sura
Liman Gautama Sakti sebagai Raja
Kuningan Agung Emas LIEM Yang
Dimuliaakan sudah menguasai
Dunia Barat dan Timur pd jaman
kala Brata berkisar 200 ~ 300 Saka
Masehi. dan beliau dikenal sebagai
Great Alexander I.

Beliau adalah Penguasa Root
Cosmologi ke beberapa Dinasti
China yang nanti akan
membukakan Kerajaan Melayu.
Dimana Sri Baginda Maha Raja
Purnawarman Sang Iswara atau
Sang Hyang Bhatara Surya Ewangga
Sura Liman Gautama Sakti sendiri
sebagai Pendiri dan Pelaksana
langsung Wilayah Ratu Melayu,
yang pada saat itu beliau
berkedudukan di Swarna Bhumi
tepatnya Pangkal Pinang atau Pulau
Timah, yg sekarang menjadi nama
Bangka Belitung... disitulah beliau
menikah dengan RATU DEWI MUTIA
SARI.

Beliau Sri Purnawarman Ewangga
Bhatara Surya sebagai Jagat Pati
Bhuana mempunyai seorang anak
perempuan yg bernama Ratu
Khandyawati atau Ratu Kaniya...
Setelah berkuasa lama sebagai Raja
Dunia...dalam waktu yg bersamaan
Sri Baginda Maha Raja
Purnawarman Ratu Ewangga
menikah pula dengan Ratu
Kahiyangan__ RATU DEWI KWAN IM
atas segala petunjuk dan
pemberian Sang Hyang Wenang
Maha Mantri dan Sang Hyang
Tunggal Raja Mantri, yang
kemudian beliau bergelar Sang
Sura Liman Gaung Utama Sakti
Maha Purusha Jagat Pati. Dari
situlah kemudian Sri Baginda Maha
Raja Purnawarman sebagai
Penguasa Dunia Raja Sang Hyang
Kuningan Agung Emas yang
dimuliakan menunjuk __SRI
JAYANASE __dari Garis TAN dan
CHAN Dinasti Kerajaan Besar China
untuk memegang kendali dan
menjadi Raja Pertama Melayu
setelah ditikahkan dengan
puterinya yg bernama Ratu
Khandyawati sebagai penguasa Laut
Merah.

Selanjutnya Sri Jayanase diberikan
Gelar SRI HAJI JAYANASE
PRAMESWARA yg berkedudukan di
Pulau Timah atau Pangkal Pinang
Swarna Bhumi atau Pulau Bangka.
Beliau Sri Baginda Maharaja
Purnawarman Sang Hyang Bhatara
Surya bersama Sang Maha Mantri
dan Raja Mantri kembali lagi ke
tempat yg disamarkan tepat'a di
Medang kamuliaan Kuningan Agung
Emas yang Dimuliakan sebagai
tempat Sang Terbit dan
Terbenam'a Matahari...

@CATATAN SANG RAJA RESI DEWA
RAJA. Dalam satu Catatan Risalah
Sang Raja Resi Dewa Raja... :
Tertuliskan setelah 1600 tahun
yang lalu, disaat Sang Raja Resi
Dewa Raja Sura Liman Sakti
Ewangga Sri Baginda Maha Raja
Purna Warman Bhima Prakarma
Sang Iswara Dig Wijaya Surya Maha
Purusa sebagai Raja Dewa dari
Medang Kamuliaan Kuningan
Penguasa Sunda atau Moho-Sin
sebagai Penguasa Asia Timur Raya
dan Barat ...menginjakan kakinya di
Pulau Swarna Bhumi Sumatera dan
Semenanjung Malayu dan Cina.
Disaat Beliau Sang Raja Resi Dewa
Raja Ewangga dan Sang Permaisuri
Ratu Sri Dewi Quan Im bersama
Sang Maha Mentri dan Raja Mentri
menyaksikan keturunannya
membuka wilayah Tepatnya
sekarang yang dinamakan
Palembang, Beliau berkata ..sebagai
Sang Raja Resi Dewa Raja bersama
Keturunnya para Prabu Raja-raja
Medang Kuningan .. :

“ Aku datang untuk Cahayamu...Aku
Buat Surga Indralaya untuk
Keturunanmu.... dan Aku buat
Tanda Kebesaran Prasasti-ku di
Batu Raja. "

" Aku Panggil dia Pai
Liem...dan Aku beri nama itu dari
nama lain-ku sebagai Hamba
Kesayangan-ku.... Sang Maha
Mentri-ku memberi nama- mu .. Sri
Haji Depuhyantang. "

" Aku Nikahkan dia dengan Ratu
Soba Kancana yg sangat Cantik
Jelita Putera dari Pangeran Lingga
Kusuma Yudha Sang Lingga
Warman Raja Kuningan. "

" Aku Nobatkan...Aku Angkat Pai
Liem Sri Haji Depuhyantang sebagai
Raja.... Kuberi nama dari Kejayaan-
ku ..Moho-Sin Sunda.. menjadi.. :
Sri Wijaya. "

Disaksikan Sang Raja Amartha Pura
Sang Pandawa Raja Kuningan Sri
Maha Prabu Rama Wijaya Sri
Baginda Maha Raja Candra Warman
sebagai Cucu-ku untuk
Mengukuhkan mereka Sri Haji
Depuhyantang dan Ratu Soba
Kancana sebagai Raja dan Ratu Sri
Wijaya.
Aku Bangun tempat-mu untuk
menjadi satu tempat Pendidikan
dan Tempat Beribadah terbesar di
Asia Timur Raya sebagai satu Tanda
Panji Kebesaran Yang Agung Yang
Dimuliaakan untuk anak keturunan-
mu kelak yang di Berkahi...
Semua sudah Ku-besarkan dan
semua sudah Ku- jalankan sebagai
Tanda Mulia-ku untuk anak
keturunan-ku.... sehingga sudah
waktunya aku Pergi Sang Hyang..
bersama para Prabu untuk kembali
ke tempat Asalku ... Medang
Kamuliaan Kuningan sebagai
tempat Surga nya Para Dewata.....
Dan Ku-berikan nama tempat
kepergian-ku itu dengan nama.."
Prabu Mulih.”

https://m.facebook.com/sriadityaa?refid=46

sejarah kuningan barometer dunia(bagian ketiga)

Diposting oleh Socha pada 17:33, 16-Okt-13

Sejarah Kuningan Barometer Dunia (Bagian Ketiga) Ditulis oleh pay# Sabtu, 07 Januari 2012 13:18 Apabila disikapi dan ditelaah terhadap hasil kajian, daerah Kuningan sebagai Medang Kamuliaan yang memiliki ciri-ciri sebagai Pusar As Dunia. Peranan dari suatu peradaban Kuningan sebagai Medang Kamuliaan yang sudah bisa menguasai dunia luar. “Menurut penelitian Santos, letak geografis Atlantis sebagai wilayah subur (Agrie), kaya akan Kandungan Alam, terutama Sumber Air yang merupakan sumber kehidupan pada jamannya,” tuturnya. Ada satu kesamaan dari ciri Kuningan sendiri sebagai Medang Kamuliaan yang menjadikannya sebagai... [Baca selengkapnya]

sejarah kuningan barometer dunia(bagian kedua)

Diposting oleh Socha pada 19:53, 15-Okt-13

Sejarah Kuningan Barometer Dunia (Bagian Kedua) Ditulis oleh pay# Kamis, 05 Januari 2012 21:08 Sebelumnya , Plato telah memaparkan sejarah dalam perjalanannya yang juga mengkaji keberadaan Atlantis. Meski,Santos menampilkan 33 perbandingan ciri-ciri Atlantis, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, cara bertani dan lain sebagainya. Pada akhirnya, ia menyimpulkan bahwa Atlantis adalah Indonesia, dimana salah satu buktinya terdapat sistem terasisasi sawah... [Baca selengkapnya]

barometer kuningan(bagian pertama)

Diposting oleh Socha pada 20:57, 11-Okt-13

Sejarah Kuningan Barometer Dunia (Bagian Pertama) Ditulis oleh pay# Rabu, 04 Januari 2012 20:37 Kuningan (CP).- Dalam Encylopedia Americana volume 5 halaman 250 dikatakan : In the 6 Th century AD, Funan was overcome and anexed by Chenla, avcasai state in what is now southern Laos. About 705 Chenla became devide and the southern part fell under JAVANESE suzerainity. A New King JAYA... [Baca selengkapnya]

saunggalah

Diposting oleh Socha pada 10:37, 30-Sep-13

Nama Saunggalah diambil dari satu makna sebagai Payung Nagara, atau sebagai pusat keseimbangan kekuasaan Tanah Jawa. "Raden Demunawan kala itu mendapatkan mandat dari SANG PANDAWA atau Sri Baginda Maha Prabu Rama Wijaya, untuk melanjutkan satu Panji Karesian dan memegang dua Keberhasilan, yaitu sebagai Buyut Aden dan Guru Haji, sebagai pusat penyeimbang antara Kekuasaan dan Karesian. Ia pun diberikan gelar kebesaran... [Baca selengkapnya]

7 LS

Diposting oleh Socha pada 11:52, 20-Sep-13

Wilayah Kabupaten Kuningan berada pada Posisi 7 derajat Lintang Selatan, yang menjadikan Kuningan sendiri pada Masa Kejayaan Raja-rajanya sebagai pembagi wilayah kekuasaan untuk dalam dan luar negeri, dan juga berdasarkan Kosmologi Dunia dikatakan, 07 derajat merupakan Jamrud Khatulistiwa. Pawayangan, merupakan salah satu ciri nama dan tempatnya para Dewa, dimana ciri fisiknya terdapat pada makom-makom di wilayah Kuningan. Umumnya, nama para Dewa,... [Baca selengkapnya]